Enggan Berinvestasi, Ini Resikonya!

investasi bodongAda banyak jenis investasi yang dapat dilakukan, di antaranya emas, reksadana, forex, properti, obligasi, saham, dan lain-lain. Ketertarikan masyarakat dalam berinvestasi kini tak dapat dipungkiri, banyak dari merkea mengumpulkan uang dari penghasilan sehari-harinya bahkan ada juga yang sengaja melakukan pinjaman untuk bisa berinvestasi. Hal ini tak lain dikarenakan investasi dapat memberikan banyak keuntungan di masa depan.

Investasi juga tidak hanya memiliki berbagai kelebihan, tetapi juga mempunyai banyak kekurangan, salah satunya resiko kebangkrutan. Masalah ini lah yang juga menjadi alasan sebagian masyarakat enggan dalam berinvestasi. Padahal, bila sudah mempunyai modal, skill, dan pengetahuan tentu investasi dapat dilangsungkan dengan baik. Jika Anda telah memenuhi tiga kriteria sebagai investor di atas, tidak ada salahnya untuk berinvestasi sesuai dengan keahlian yang Anda miliki. Mengapa? karena bukan hanya bagi mereka yang berinvestasi, melainkan juga bagi yang enggan berinvestasi akan menerima reiko sebagai berikut:

Tidak memiliki dana cadangan untuk masa depan

dana cadanganEnggan berinvestasi sama halnya Anda tidak mempersiapkan dana cadangan untuk masa depan. Padahal, investasi sangat membantu bila Anda mengalami masalah keuangan nantinya. Misal, Anda punya perusahaan industri tekstil yang sedang dalam keambrukan sehingga Anda harus menjual beberapa perlengkapan yang berharga, seperti mesin. Masalah ini sebenarnya malah akan berdampak buruk dan kerugian akan bertambah karena Anda telah mengurangi jumlah barang yang biasa diproduksi setiap harinya. Dalam hal ini, investasi sebagai dana cadangan tentu cukup membantu menstabilkan perusahaan Anda.

Tidak berpeluang memiliki penghasilan besar

penghasilanbesarBila saat ini Anda adalah pegawai atau karyawan di salah satu perusahaan bukan tidak mungkin Anda mendapat penghasilan terbatas. Berbeda dengan investasi, penghasilan cukup besar kerap kali di raih entah itu dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Jika diimbangi dengan berinvestasi, penghasilan Anda yang tadinya terbatas kini dapat melunjak tinggi. Sebaliknya, enggan berinvestasi tentu Anda tidak akan mendapat peluang dalam memperoleh penghasilan besar.

Tidak dapat memperluas wawasan

wawasanEnggan berinvestasi juga dapat mempersempit wawasan Anda. Bayangkan, bila Anda berinvestasi forex (perdagangan mata uang negara satu dan negara lain), tentu Anda memiliki pengetahuan tentang bagaimana perputaran nilai mata uang dalam negara, apa yang harus dilakukan bila terjadi penurunan nilai mata uang, bukan tidak mungkin hal ini akan semakin menambah wawasan Anda untuk menjadi investor yang handal.

Tidak pandai mengasah keterampilan

engganinvestasiPada dasarnya, setiap manusia diciptakan dan diberi bekal masing-masing mengenai keterampilan yang dimiliki. Bagi Anda yang pandai mencari inovasi baru dan mengelolanya dengan baik hal tersebut menjadi salah bentuk sederhana bahwa Anda punya bakat untuk menjadi seorang investor. Namun, keengganan untuk berinvestasi membuat bakat yang dimiliki tidak dapat difungsikan dengan baik dan akhirnya terkubur dalam-dalam. Sayang sekali bukan bila ada keahlian tapi tidak dapat dimanfaatkan?

Tidak ada gambaran untuk punya penghasilan di masa mendatang

pensiunBerinvestasi berarti menabung untuk masa depan. Jika Anda ogah berinvestasi otomatis tidak akan ada gambaran untuk punya penghasilan di masa mendatang. Terlebih lagi jika Anda tidak mempunyai dana pensiun di kemudian hari, dengan investasi yang Anda lakukan cukup menjadi dana pensiun Anda secara tidak langsung. Ingat, masa tua tentunya tenaga telah berkurang dan Anda tak dapat melakukan aktivitas seperti sebelumnya. So, untuk memperoleh dana pensiun investasi menjadi solusi tepat.

Investasi memang memiliki banyak kelebihan asal investor bisa memulai dan mengendalikannya dengan tepat. Namun, bila enggan berinvestasi karena takut bangkrut juga harus sanggup terima resiko seperti di atas.

 

 

Kiat Melakukan Investasi Saham

stock investment

Hidup bukan hanya untuk hari ini melainkan untuk masa depan. Oleh karenanya, persiapkan finansial masa depan sedini mungkin agar tidak banyak hutang, makan susah, melulu pindah kontrakan, atau pontang-panting bekerja di tengah fisik yang lemah. Investasi, salah satu bentuk rencana keuangan yang bisa dilakukan setelah bisa mendapatkan penghasilan. Investasi digadang-gadang mampu menjaga keuangan dari gerusan inflasi mengingat akan membuat keuangan kian waktu kian meningkat.

Investasi saham, bentuk investasi jangka panjang yang top dan marak dilakukan untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan. Keuntungan atau dividen yang menjanjikan baik berupa uang tunai atau cash dividend maupun berupa lembar saham atau stock dividend menjadi salah satu alasannya. Tertarik melakukan investasi saham? Meski menjanjikan keuntungan, tidak semua orang berhasil meraihnya. Hal ini tidak lain karena gegabah saat memulainya. Oleh karena itu, simak kiat-kiat melakukan investasi saham sebagai berikut:

Pilih perusahaan dengan prospek bagus

Untuk tujuan pendanaan jangka panjang, perusahaan-perusahaan besar umumnya akan menerbitkan saham. Saham ini diterbitkan atau dijual pada pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market) yang kemudian bisa dibeli oleh siapa saja. Ketika ada pengumuman terhadap penerbiatan saham oleh perusahaan, pastikan emosional dalam diri yang membuat tindakan gegabah mendominasi.

Lebih disarankan untuk agresif mencari informasi tentang prospek perusahaan yang bersangkutan. Kalau perusahaan memiliki prospek baik, dividen akan terus mengalir. Sebaliknya, prospek perusahaan yang buruk atau beberapa tahun setelah pembelian saham operasional perusahaan terhambat, dividen tidak akan didapatkan. Parahnya lagi kalau perusahaan bangkrut, posisi pemegang saham lebih rendah dari pemegang obligasi. Artinya, kalau ada sisa aset perusahaan pemegang saham baru mendapatkannya.

saham preferen

Beli saham preferen

Ada dua jenis saham yang ditawarkan perusahaan. Pertama, saham biasa dan kedua saham preferen. Dari kedua jenis saham tersebut, dianjurkan memilih saham preferen. Namanya juga saham preferen berarti saham yang diterbitkan adalah saham istimewa. Artinya, akan mendapatkan hak yang istimewa pula kalau membelinya dari perusahaan. Apa saja hak-hak istimewa yang diberikan perusahaan ketika personal atau perusahaan membeli saham preferen?

Dalam penerimaan dividend ketika perusahaan penerbit saham mengalami keuntungan, pemegang saham preferen mendapatkan bagian lebih dahulu bahkan jumlahnya pun lebih besar dari pemegang saham biasa. Kalau perusahaan yang menerbitkan saham dilikuidasi, pemegang saham preferen juga mendapatkan uang yang diinvestasikan lebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa. Di samping itu, hak suara dalam pemilihan dewan direksi yang dimiliki pemegang saham preferen juga lebih besar.

Cari saham yang “tidak pernah tidur”

Agar investasi saham berjalan dengan maksimal, sangat disarankan untuk mendapatkan atau membeli saham yang “tidak pernah tidur”. Saham yang “tidak pernah tidur” di sini maksudnya adalah saham yang selalu ditradingkan oleh perusahaan. Ketika perusahaan selalu mentradingkan saham yang dimiliki, peluang mendapatkan keuntungan pasti akan ada. Kalau sudah demikian, pemegang saham pun bakal kecipratan keuntungan atau dividend berupa cash atau stock.

Oleh karena itu, sebelum membeli saham yang diterbitkan terlebih dahulu cek rekam jejak perusahaan, apakah suka mengelola dana untuk mendapatkan keuntungan lebih dengan trading saham atau tidak. Kalau iya, sepatutnya pertimbangkan. Jangan lupa tetap perhatikan bagaimana rekam jejaknya dalam trading saham, bagus atau tidak. Kalau tidak pernah trading saham, sebaiknya pikir dua kali. Terlebih jika perusahaan dalam kegiatan operasionalnya sering macet akibat penjualan yang terus menurun.

Pengajuan Polis Asuransi Mobil Ditolak? Ketahui Penyebabnya

Polis Asuransi MobilKesadaran masyarakat untuk membeli asuransi mobil sejatinya sudah mulai terlihat. Hal ini karena makin maraknya artikel yang membahas tentang berbagai keuntungan membeli asuransi mobil mulai dari penggantian biaya pengobatan, pemberian layanan derek, sampai dengan penggantian kerugian atas kerusakan mobil karena hal-hal yang bukan melanggar aturan lalu lintas. Kendati demikian, kondisi ini tidak membuat perusahaan lantas menerima semua pengajuan polis asuransi mobil calon nasabah. Perusahaan asuransi akan menolak pengajual polis jika…

Catatan berkendara buruk

Perusahaan asuransi tidak akan mengambil resiko kerugian karena ketidaktelitian dalam memilih nasabah. Sebelum proses penerimaan pengajuan polis asuransi mobil, tim dari perusahaan asuransi akan mengecek apakah calon nasabah punya catatan berkendara yang baik atau tidak. Kalau catatan kepolisian menyebutkan bahwa calon nasabah telah beberapa kali kecelakaan, tim dari perusahaan asuransi akan berpikir dua kali untuk menerima pengajuan calon nasabah yang bersangkutan. Meski pada dasarnya nasabah punya kondisi finansial yang oke. Kalau diterima, bisa jadi akan melanggar SOP dari perusahaan asuransi yang bersangkutan.

Kendaraan digunakan untuk kepentingan umum atau bisnis

Kegunaan daripada mobil yang akan diasuransikan tidak sesuai dengan produk perusahaan asuransi juga turut berperan dalam penolakan pengajuan polis asuransi. Calon nasabah akan mengajukan polis asuransi mobil untuk kegunaan angkutan umum atau rental mobil, sedangkan perusahaan hanya menawarkan produk asuransi mobil untuk keperluan pribadi. Jelas saja, perusahaan akan menolak pengajuan polis asuransi mobil. Di samping itu, tipe dan usia mobil juga turut menjadi pertimbangan perusahaan dalam menerima atau menolak pengajuan asuransi mobil calon nasabah.

Cicilan bulanan masih banyakCicilan bulanan masih banyak

Kondisi perekonomian calon nasabah turut disurvey tim dari perusahaan asuransi. Diketahui ada banyak cicilan bulanan calon nasabah entah kredit rumah, motor, alat elektronik, ataupun lainnya, tim perusahaan jelas melakukan penolakan. Ditakutkan calon nasabah tidak mampu lagi membayar premi asuransi per bulannya. Selain itu, ditakutkan calon nasabah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan karena pendapatan bulanannya habis untuk bayar cicilan.

Yuk, beli asuransi mobil di RajaPremi.com! Praktis dan mudah membandingkan berbagai produk asuransi mobil dari berbagai perusahaan asuransi di Indonesia. Apakah bisa langsung diterima jadi nasabah dengan bantuan RajaPremi.com? Temukan jawabannya di sini.

Why Do People Hesitate to Start Forex Trading?

forex tradingForeign exchange or simply forex trading is a type of trading in which people use world currency pair. It is very popular right now. From businessmen, employees, until college students alreay know about it. People who are trying to find additional income may consider foreign exchange trading and dream about getting much profit from this business. Indeed, they are tempted after hearing success stories or experiences from other people. They probably also read that the opportunity to win or earn profit is high from this business.

However, in some cases, a dream is just a dream. In other words, people do not make it happen. They still hesitate and even do not start trading forex at all. Basically, there are three main reasons that make them still doubt about forex trading, such as:

They think forex trading is too hard

Seeing the trading chart and reading forex articles do make some people confused. It looks so complex. “I can’t understand it”, “What is this?”, “How can I read this chart?”, “How difficult it is!”. Some folks immediately give up after assuming that foreign exchange trading is not easy.

It’s true that no one can trade currency and get money instantly without learning first. You have to spend some time in the beginning to study the theories of forex trading. You need to learn fundamental & technical analysis, risk management, and also psychological trading.

As long as you keep learning well, you can master the strategies and be a professional trader someday. Start studying forex now!

They prefer other investment types

Another common reason why some people who agree that forex trading is a good choice but haven’t started is the fact that they choose other investment types that seem easier or more promising. For instance, people who have enough budget decide to buy property for investment despite knowing that forex trading is trending at this time. Property investment does let you get double earnings from capital gain in long term and cash flow.

Well, every type of investment has pros and cons that you must consider. In general, the higher chance to gain profit, the higher its risk as well.

They are afraid of scams

Also, in this internet era, many people don’t want to risk their life to experience internet fraud that often happens recently. Working with scammers traders might lose and be threatened. That’s right. You have to make sure to find the right forex broker that is free of scams.

Do a small research before you start a live account and do trading. Being regulated, having clear address & contact information, providing 24/7 support, and having professional website are just some criteria of trusted broker. You can find a broker with all of those criteria on http://www.foreximf.com/. Visit and get started!

Laporan Keuangan

Butuh jari-jari terampil dan kecekatan dalam berpikir ketika membuat laporan keuangan. Mengapa? Karena ketika pikiran dan tangan tidak tersingkronisasi dengan baik, maka akan ada salah penjumlahan atau penulisan angka. Alhasil, laporan keuangan menjadi tidak valid dan ujung-ujungnya akan mendapat teguran dari atasan.

Laporan keuangan

Membeli Properti untuk Investasi, Mengapa Tidak?

Investasi+PropertiDi berbagai negara, pemerintahnya mewajibkan warganya untuk melakukan investasi properti, salah satunya di China. Akibatnya, banyak perumahan mewah yang dibangun tapi tidak berpenghuni sehingga mendapat julukan perumahan hantu. Investasi memang menjadi ladang uang yang menghasilkan keuntungan yang besar. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bila membeli properti untuk dijadikan investasi. Hal itu dikarenakan investasi properti memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

Menjadikannya agunan kredit di bank

Properti merupakan salah satu aset yang diterima bank untuk dijadikan agunan. Tidak hanya bank, institusi keuangan lainnya pun akan menerima dengan tangan terbuka untuk peminjam yang mengajukan tanah, rumah, ruko, maupun properti lainnya sebagai agunan. Anda bisa memanfaatkan properti untuk mendapatkan modal usaha dan membayar cicilan pinjamannya dari keuntungan bisnis yang dijalankan setiap bulannya. Selain itu, investor juga bisa menggunakan dana pinjaman yang ada untuk membeli jenis properti lainnya.

kenaikan-harga-investasi-propertiMengalami kenaikan harga secara signifikan

Meskipun tidak mengalami kenaikan dalam jangka waktu yang dekat, properti dapat dipastikan tidak akan mengalami penurunan harga, terutama harga tanah. Dengan semakin pesatnya pembangunan, tanah menjadi aset berharga yang akan diperjualbelikan. Dari semula harganya hanya 100 juta, dalam 3-5 tahun ke depan akan menjadi 1 miliar. Oleh karena itulah jenis investasi ini terbilang cukup aman untuk dijadikan tabungan masa depan.

Memiliki resiko yang minim

Investor pun tidak perlu khawatir bila menanamkan modalnya pada properti karena minim resiko. Hal itu terjadi akibat harga properti tidak akan terpengaruh oleh pasang surut dunia politik dan ekonomi dunia seperti jenis investasi lainnya. Meskipun begitu, investor tidak boleh lengah dengan memilih lokasi properti secara sembarangan. Sekalipun tidak berada di lokasi strategis, buatlah perkiraan yang matang apakah lokasi tersebut dapat menjadi pusat keramaian  beberapa tahun yang akan datang. Selain itu, pastikan properti yang dibeli memiliki kelebihan, misalnya berada pada lokasi bebas banjir.

kestabilan finansialMenjamin kestabilan finansial

Dengan memiliki properti, sejumlah investor mendapatkan jaminan akan kestabilan dalam keuangan. Mereka tidak perlu memusingkan biaya pendidikan anak di masa depan karena bisa diatasi dengan jual beli properti. Begitupun dengan biaya kesehatan, investor dapat memilih rumah sakit manapun untuk berobat. Apalagi jika properti tersebut dimanfaatkan dengan menyewakannya kepada orang lain, keuntungan setiap bulan/tahun pun akan selalu didapat. Bagi yang memiliki properti berupa tanah dengan luas puluhan hektar, bisa memanfaatkannya untuk menjadi perkebunan kelapa sawit atau karet yang dapat menghasilkan omset milyaran setiap tahunnya.

Menetapkan biaya perawatan yang minim

Dalam investasi properti, investor harus melakukan perawatan secara berkala. Hal itu bertujuan agar properti dapat menarik perhatian pembeli. Namun, biaya yang dikeluarkan tidaklah terlalu besar karena akan sebanding dengan keuntungan yang didapat. Misalnya saja, investor menyediakan rumah untuk disewa. Untuk menarik perhatian penyewa, ia akan memperbaiki bangunan tersebut. Bahkan, menambahkan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas penyewa.  Agar uang perbaikan kembali, harga sewa bisa ditingkatkan agar bisa menutupinya.

 

Untuk memulai investasi ini juga tergolong mudah, bahkan bisa dijalankan tanpa modal sama sekali. Selain mengandalkan pinjaman dari bank, membayar properti dengan cara dicicil pun bisa dijadikan pilihan. Agar tidak tertipu dengan kualitas properti, sebaiknya investor meminta bantuan ahli properti untuk menganalisanya. Dengan mengetahui beberapa keuntungan investasi properti di atas, tidak ada alasan untuk menunda membelinya, bukan?